Pergilah Ricko ..
Karangan : Zelda L Siahaya
Sebut aja
dengan Ricko laki-laki yang terkenal tampan di sekolah SMPN Jaya 1. Ricko
memiliki kekasih bernama Devi. Devi adalah wanita cantik yang terkenal di
sekolah SMPN Jaya 1. Yaa ! Ricko yang tampan dan Devi yang cantik sangat cocok
sekali. Hubungan Ricko dan Devi udah berjalan selama 10 bulan. Mereka jadian
tanggal 29 Mei 2011. Keluarga Ricko termasuk keluarga yang mampu, begitu juga
dengan Devi. Keluarga mereka sama-sama seorang pengusaha.
“hoammm”.
Devi bangun dari tempat tidurnnya. Dia segera bersiap-siap berangkat sekolah.
Dia melihat ponselnnya dan ada pesan baru dari Ricko kekasihnnya. “sayang dang
berangkat ya :* love you.” Devi senyum-senyum sendiri membaca sms tersebut.
“Devi ayo turun kita berangkat sekarang.”, panggil Papannya. “oh iya Pah.”,
jawab Devi.
Di sekolah
Devi sudah di tunggu teman-temannya yaitu Talista, Stella dan Lia. “hay guys.”,
sapa Devi. “hay udah yuk kita ke kelas.”, ajak Talista. Saat berjalan menuju ke
kelas, Devi melihat Ricko sedang ngobrol asyik dengan seorang temannya yaitu
Nanda. Devi terlihat cemburu.
Selama di
kelas Devi selalu memikirkan kejadian tadi. “huft mereka ada hubungan apa ya
?”, kata Devi dalam hati. hari ini pikiran Devi kacau. Apalagi pelajaran hari
ini sama sekali tidak masuk ke dalam otak Devi. “tett .. tett . tett”bel
istirahat berbunyi. Biasannya Devi ikut ke kantin dengan teman-temannya tetapi
untuk kali ini Devi menolak untuk ikut.
Devi hanya
di kelas tidak mau keluar kelas. “hai Devi kok bengong sih ?”, tanya Iren.
“ehmm gue bingung. Gue bingung sama sikapnya Ricko.”, jawab Devi sedih. “ehmm
masalah Ricko sama Nanda ya ?”, jawab Iren. “kok lo tau ? masuk lo apaan ?”,
tanya Devi penasaran. “sebenarnya Ricko sama Nanda ada hubungan khusus. Kemarin
aja gue liat Ricko sama Nanda pergi berdua.”, jawab Iren gugup. Devi hanya
diam. Dia tidak bisa jawab apa-apa. Iren pun keluar dari kelas Devi. “apa benar
yang di bicarakan Nanda barusan ? tega banget Ricko.”, kata Devi dalam hati.
Devi hanya bisa nangis saat itu.
Sampai
rumah Devi langsung mengeluarkan ponselnnya. Dia mengirim pesan kepada Ricko,
“apa bener ? kamu ada hubungan khusus dengan Nanda ? aku mohon jawab jujur
:’(.” Send … dan sekarang Devi hanya bisa nunggu balasan dari Ricko. Beberapa
jam keudian Ricko pun mebalas sms Devi. “maafin aku Devi, aku menyayangi Nanda.
Maafin aku, aku salah.”. Devi menangis saat membaca balasan Ricko. Devi pun
membalas “kamu udah ngingkari janji kamu dulu !! aku masih sayang Ricko sama
kamu. Yauda mending kita putus. Makasih atas semuannya.” Devi membanting
ponselnnya.
Keesokan
harinnya, mata Devi terlihat sembab. “lo gak papa kan Dev ?”, tanya Stella.
“gue putus sama Ricko”, jawab Devi lemas. “what ? lo putuss ?”, Lia terkejut
saat Devi bilang kalo Devi putus dengan Ricko. “udah sabar aja Devi. Masih ada
kita kok.”, bujuk Talista. Devi hanya bisa menangis. Tiba-tiba terlihat Ricko
dan Nanda sedang tertawa bersama di depan kelas. Hati Devi sakit banget. Devi
tidak menyangka Ricko melupakan janji setiannya. Ricko pun juga tidak seperti
dulu yang selalu menyayangi Devi.
“gue ke
perpustakaan dulu ya, mau ngembaliin buku nih.”, pamit Devi. “oke nanti kita di
kelas Dev.”, jawab Lia. “oke bye guys..”, jawab Devi. Saat Devi berjalan menuju
ke perpustakaan, tiba-tiba “auuuu”, keluh Devi. “eh maaf Dev gue nggak sengaja
sory banget ya ?”, kata Putra sambil memegang lengan Devi. “eh Putra gue gak
papa kok.”, jawab Devi sambil tersenyu. Putra adalah salah satu kapten basket
di sekolahnnya. Diam-diam dari dulu Putra sangat menyukai Devi. “eh lo mau
kemana Dev ?”, tanya Putra lembut. “gue mau ke perpustakaan.” Jawab Devi. “gue
temenin ya ?”, saran Putra. “boleh kok Put.”, ajak Devi.
Devi dan
Putra berjalan berdua. Mereka menjadi pusat perhatian orang banyak. Tapi Devi
dan Putra tidak memperdulikannya. Ricko terlihat jealous melihat Devi dengan
Putra. “Devi aku cemburu liat kamu sama dia.”, kata Ricko dalam hati.
Keesokan
harinnya, Putra sudah menunggu Devi di depan rumah Devi. “loh Putra ngapain lo
kesini?”, tanya Devi heran. “ehmm berangkat bareng yuk Dev.”, ajak Putra sambil
tersenyum. “hahaha, yauda ayo berangkat.”, kata Devi sambil tersenyum. Perasaan
Putra senang sekali. Rasa cinta Putra semakin bertambah ke Devi.
Hari itu
kepala sekolah mengumpulkan anak-anak SMP Jaya 1 di halaman sekolah. “ada apa
sih tumben banget kepala sekolah ngumpulin kita di halaman,”, gerutu Devi. “iya
nih tumben-tumben banget ya,. Panas lagi nih ah”, keluh Stella. “ih kalian ini
diem aja sapa tau berita baik.”, sahut Lia. “sstt kalian ngomongin apa sh diem
dikit kek.”, jawab Talista. “Saya mengumpulkan kalian di halaman karena ada
pengumuman. Sekolah kita akan mengadakan camping.” Kata kepala sekolah.
Anak-anak SMP Jaya 1 sangat senang sekali. Begitu juga dengan Devi.
“eh sob, lu
akhir-akhir ini murung terus. Nanda mana nih ?”, tanya Andre teman baik Ricko. “gue
kangen sama Nanda.”, jawab Ricko lemas. “hahaha emang Nanda kagak masuk hari
ini ?”, tanya Andre. “kagak dia pergi ikut orang tuannya ke Jakarta.”, gerutu
Ricko. Saat mereka asyik mengobrol tiba-tiba Devi dan Putra lewat di depan
Ricko. “eh Ko lu dah bisa nglupain Devi ya?”, tanya Andre heran. “sebenarnya
sih belum. Rasa sayang ini juga masih ada.”, jawab Ricko sedih. “trus kenapa lo
malah ngrelain Devi sama Putra. Keliatannya mereka pacaran deh.”, jawab Andre.
“ih udah ah ayo ke kantin aja.”, ajak Ricko.
Hari ini
anak-anak SMP Jaya 1 akan camping di hutan. “auu berat banget.”, keluh Devi.
“eh sini Dev gue bantuin. Aduh berapa ton nih barang yang lo bawa.”, ejek Putra
sambil tertawa. “ih apaan sih lo Put. Udah diem sini bantuin gue.” ,gerutu
Devi. Ricko yang melihat mereka berdua bercanda merasa cemburu. Tapi dia tidak
menunjukan rasa cemburunya itu.
Pagi
menjadi sore dan sore manjadi malam. “prittt prittt pritt.” Pak Setya telah
membunyikan peluitnya yang berarti anak-anak harus berkumpul. “oke sekarang waktunya
penjelajahan. Silahkan kalian memilih kelompoknya sendiri-sendiri.” kata Pak
Setya. “eh Put gue sama lo ya .”, ajak Devi. “iya Dev sama temen-temen lo juga
okeh ?”, sahut Putra. Ricko ingin sekali satu kelompok dengan Devi. Tapi dia
sudah bersama Nanda dan teman-temannya.
Saat
penjelajahan, Devi dan Putra selalu bersama dan terlihat kompak. Semakin lama
rasa cemburu semakin dirasakan oleh Ricko. Tapi Ricko hanya bisa diam. Dia
sangat merindukan senyuman Devi yang cantik itu. “yess ! akhirnya kita sampai
duluan.”, kata Devi dengan senang. “hahaha iya Dev, nih kamu minum dulu ya.
Ganti baju gih kan bentar lagi kan mau api unggun.”, ajak Putra.
Anak-anak
sudah berkumpul mereka ingin menyaksikan pentas seni dari masing-masing anak.
Devi terlihat cantik dengan baju polos dan celana pensil yang dipakainnya.
Selama api unggun berjalan tatapan Ricko slalu ke Devi. Setelah usai tiba-tiba
Putra datang menghampiri Devi sambil membawa bunga. “Devi, sudah lama aku
memendam perasaan ini. Maukah kamu manjadi kekasihku ?”, kata Putra sambil
memberikan bunga tersebut. “Put, aku tidak bisa.”, jawab Devi gugup. “kenapa
Devi apakah kamu tidak mencintaiku ?”, tanya Putra penasaran. “Put aku
menyayangimu. Aku suka denganmu. Tapi aku masih menyayangi Ricko.”, jawab Devi
sambil menangis. Ricko terkejut mendengar perkataan Devi. “apa ?”, Putra
terkejut sekali. “Put aku tidak mau persahabatan kita rusak karena cinta. Aku
tidak mau.”, jawab Devi. Devi lari dia tak kuasa menahan tangis. Ricko mengejarnnya.
“Rickooo ..”, panggil Nanda.
“Devi, jadi
kamu masih menyayangiku ?”, tanya Ricko. “iya Ricko tapi aku sudah rela melihat
kamu bahagia dengan Nanda. Perasaan ini masih untukmu Ricko. Aku ingin melihat
mu bahagia. Pergilah Ricko .. aku akan pindah ke Yogyakarta dan meninggalkan
kota ini.. I love you..”, Jawab Devi sambil menangis. “jadi kamu mau pindah ?”,
tanya Ricko lemas. “iya, orang tua ku akan menjemputku mala mini.”, jawab Devi.
Ricko langsung memeluk Devi. Ingin rasannya Ricko mencegah Devi pergi. Tapi di
sisi lain dia juga masih menyayangi Nanda. “Devi orang tua mu sudah
menjeputmu.”, kata Pak Setya. “Ricko bahagialah dengan Nanda. Aku akan
merindukanmu Ricko.”, kata Devi sambil menangis. “Putra maafkan aku. aku harus
pergi. Aku menyayangimu Putra. Kamu adalah sahabat terbaikku. Dan teman-temanku
aku pasti akan merindukan kalian.”, pamit Devi terhadap Putra dan
teman-temannya. “aku pasti akan merindukanmu .”, kata Putra. “kita juga Devi.”,
sahut teman-temannya sambil menangis. “Devi aku juga masih menyayangimu .”
,kata Ricko sambil memeluk Devi. “terima kasih Ricko.. Dada semuaa ..”, pamit
Devi sambil melambaikan tangannya. Ricko, Putra dan yang lain sangat sedih di
tinggal oleh Devi. “aku akan kembali untuk kalian.” Kata Devi dalam hati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar