Senin, 07 Mei 2012

Facebook = Diary Masyarakat ?

Pasti kalian sudah kenal sama Jaringan Sosial yang satu ini .



  Ya !! Facebook ! setiap orang pasti memiliki jaringan sosial yang satu ini. hampir ratusan juta orang memiliki jaringan sosial ini. mulai dari anak-anak sampai orang tua.
Facebook bisa jadi salah satu kebutuhan pokok sehari-hari. biasannya orang yang belum mengupdate status di facebook rasannya ada yang kurang gimana gitu -,-
oke ! canggihnya facebook, kita bisa mengenal banyak orang. Kita bisa ngechat langsung sama teman facebook kita sendiri. minimal bisa sampai 5000 teman kita miliki di facebook.
mencari teman di facebook mudah sekali tinggal klik "tambahkan sebagai teman" lalu kita tinggal menunggu konfirmasi dari sana. tapi terkadang kita sendiri sangat malas mengonfrim merek (termasuk saya :D)
Selain itu, sekali kita mengupdate status kita selalu tunggu berapa orang yang telah menyukai status kita. kadang ada orang yang mengechat kita dan bilang "Like statusku" ih dalam hati nih "ogah banget !!". di facebook juga ada istilah "jempolers".
Jempolers adalah orang yang selalu menyukai status-status yang ada di beranda (termasuk aku :D) dengan cara itu, kita bisa di kenal dengan orang banyak
Facebook juga bisa jadi tempat curhat. setiap hari facebookers selalu membuat status tentang isi hatinya atau kegiatannya pada hari ini. kadang juga ada nih yang buat status setiap detik -_- kebanyakan nih, penghuni facebook banyak yang pada galau.
yang paling gue gak suka ni ya nama facebook yang terlalu alay !! misalnya "Akhu Sayank Kamu" ihh !
cukup nama panjang aja kita bisa di terima teman-teman facebook.


Baca deh ni ya :

Demam social media memang tengah melanda dunia, dengan salah satu ikonnya adalah Facebook. Situs pertemanan ini telah menjadi candu dihampir semua kalangan. Lalu bagaimana Anda bisa mengindentifikasi bahwa Anda telah kecanduan Facebook?
Beragam tingkah polah orang dalam menggunakan Facebook telah menarik Universitas Gothenburg di Swedia untuk membuat sebuh penelitian tentang situs social media tersebut. Dalam penelitian ini, para peneliti mengambil polling dari 1000 orang yang berusia 18 tahun hingga 73 tahun di Swedia. Hasilnya, Facebook dinyatakan telah bikin orang kecanduan. Dalam riset tersebut ditemukan ciri-ciri orang mulai kecanduan Facebook. Seperti misalnya banyak pengguna internet yang buru-buru ingin login ke akun Facebook disaat mereka mulai menghidupkan komputernya. Perilaku ini dinilai sebagai gejala sebuah ketergantungan. Akibat yang ditimbulkan adalah, para pengguna Facebook menjadi ‘galau’ dan tak bahagia dengan kehidupannya di dunia nyata. Dari hasil polling itu juga menunjukan 85 persen dari pengguna mengaku mengakses Facebook setiap hari. Dan separuh dari jumlah tadi mengaku langsung Facebook-an begitu mereka membuka web browsernya. Kegalauan para pengguna Facebook juga terlihat pada sikap mereka yang mengaku khawatir jika ‘tak dianggap jadi bagian penting’ di jaringan Facebook-nya saat mereka tidak melakukan login. Sedangkan 25 persen mengaku merasa resah jika tidak login secara reguler. Pengguna Facebook lebih banyak dari kaum wanita. Dan jika dilihat dari strata pendidikannya, pengguna aktif situs pertemanan itu lebih banyak datang dari kalangan berpendidikan rendah serta berpenghasilan pas-pasan. Namun Facebook tak sepenuhnya dinilai negatif, karena hasil riset itu juga menunjukan bahwa Facebook bisa jadi ajang untuk pencitraan positif dan menjalin relasi bersama teman dan keluarga. “Facebook tidak selalu menulis yang negatif. Sebagian besar masih menulis soal kegiatan yang positif, atau suasana hati yang sedang merasa baik-baik saja. Cuma 38 persen yang menuliskan kegalauan hatinya,” terang Leif Denti, salah satu peneliti, seperti yang dilansir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar