Jumat, 04 Mei 2012

Ada Cerpen baru loh :D


Pengorbanan Sherly

Karangan : Zelda L Siahaya


            Gadis cantik berambut panjang yang baik hati. ya sebut saja dia dengan “Sherly”. Sherly adalah murid SMPN 05 Jakarta. Dia termasuk anak yang terkenal pintar di sekolahnya. Keluarga Sherly termasuk keluarga mampu. Ayahnya memiliki beberapa perusahaan dan Mamannya memiliki sebuah salon yang terkenal di Jakarta. Tapi Sherly tidak menunjukan kekayaannya itu. dia tidak pernah sombong terhadap teman-temannya. Di sekolah dia selalu berpenampilan sederhana. Dia memiliki seorang kekasih yang bernama Andi. Sudah 10 bulan hubungan itu berjalan. Sherly sangat menyayangi Andi. Begitu juga dengan Andi.
            “Sherly ayo turun sayang kita makan.”, panggil Mama Devi sambil menata meja makan. “iya mah Sherly mau turun kok.”, jawab Sherly. Dengan rambut yang terikat dua dan wajah nya yang cantik itu bisa mengikat tatapan para lelaki di sekolahnya. “hemm seperti biasa deh makanan mama selalu enak.”, puji Sherly. “kamu bisa aja sayang, udah siang kamu segera berangkat ya biar papa yang mengantar mu ke sekolah.”, jawab Mama Devi. “ayo Sherly Papa udah siap.”, ajak Papa Andika.
            Terlihat Andi sedang menunggu Sherly di gerbang sekolah. “Hai cantik, aku merindukanmu”, sambut Andi dengan senyuman manisnya itu. Andi termasuk laki-laki tampan dan keren di sekolahnnya. Banyak yang mengharapkan Andi menjadi kekasihnnya tapi Andi hanya memilih Sherly. “aku juga merindukanmu Andi.”, balas Sherly dengan senyuman cantiknya itu. Banyak yang menatap mereka saat mereka berjalan bersama. Murid-murid SMPN 05 Jakarta sangat iri dengan kemesraan dan kecocokan Andi dan Sherly. “wah Andi dan Sherly cocok banget yah, aku iri deh.”, bisik Tania salah satu teman Sherly. Sherly memiliki empat orang teman baik yaitu Tania, Runi, Sasa dan Bella.
            “aku ke kelas dulu Sherly, love you baby..”, pamit Andi. Andi dan Sherly memang tidak satu kelas, tetapi mereka dapat menjaga kesetiaan masing-masing. “oke Andi, Love you too ..”, balas Sherly. “hai Sherly cieee iri deh aku ama kemesraan kalian.”, tegur Runi. “ih apaan sih, udah ayo kita ke kelas.”, ajak Sherly.
            Pelajaran demi pelajaran berhasil di lewati oleh Sherly dan teman-temannya. “Tett.. tettt .. tett ..” bel pulang berbunyi. Sherly mengeluarkan ponselnya dari dalam tas. “Sherly aku tunggu di tangga sekolah ya.”, sms dari Andi. “ayo Sherly kita pulang.” Ajak Sasa. “eh kalian pulang dulu ya aku buru-buru nih bye all.”, Sherly pergi sambil terburu-buru. Terlihat Andi sudah menunggu di tangga sekolah. “hai sayang akhirnya kamu datang.”, sambut Andi. “iya lah masak aku gak datang sih, nanti kamu marah hahaha”, gurauan Sherly. Memang tangga sekolah adalah tempat Sherly dan Andi berpacaran. Setiap ketemu Andi selalu memegang tangan Sherly dan Andi tidak lupa mengucapkan “I love you”. Itu yang membuat Sherly sangat menyayangi Andi. Selain baik, Andi juga setia.
            Keesokan harinya, Sherly dan Bella berangkat bersama. Tetapi heran Andi tidak menunggunya di gerbang sekolah. “paling Andi sedang sibuk.”, kata Sherly dalam hati. “Hai Sherly, Bella” panggil teman-temannya. “haii all.”, balas Bella. “Sherly kamu keliatannya murung sekali, kamu sakit ?”, tanya Runi. “ehmm I’m okey.”, jawab Sherly pelan. “yauda ayo kita ke kantin.”, ajak Sasa.
            Setibannya di kantin terlihat Andi sedang bersama teman-temannya yaitu Fado, Rio, Surya dan Rizal. “hai Andi.”, sapa Sherly dengan senyuman. Tapi aneh Andi tidak membalas sapaan Sherly. “ah paling Andi tidak mendengarku.” Kata Sherly dalam hati. tiba-tiba cewek berambut panjang yang cantik lewat di depan Sherly. Sherly penasaran siapa dia ? kenapa dia berada di sekolah ini ?. “eh lihat tuh ada anak baru.”, bisik Tania. “anak baru ?”, jawab Bella dengan heran. “iya. Dia sekarang satu kelas dengan Andi.”, jawab Tania. “apa ? satu kelas dengan Andi ?”, jawab Sherly terkejut. “wah hati-hati aja ya Sher dia tidak kalah cantik denganmu. Aku takut Andi jadi mencintainya.”, nasihat Runi. “ih udah-udah kalian buat Sherly galau tuh.”, tegur Sasa.
            Sherly hanya diam. Perasaannya tidak karu-karuan. Dia takut Andi berpaling hati. Sherly takut Andi menyukai anak baru itu. “tidak, tidak mungkin. Aku haru percaya dengan Andi.”, kata Sherly dalam hati.
            Suasana kelas Andi sangat ramai. “selamat pagi anak-anak.”, ucapan Bapak Satria. “selamat pagi pak.” Jawab anak-anak dengan serentak. “kalian memiliki teman baru. Dara silahkan perkenalkan dirimu dengan teman-temanmu.”, suruh Pak Satria. “baik pak. Hai semua nama ku Dara. Aku berasal dari Jogja. Aku pindah ke Jakarta karena Ayahku sekarang bekerja disini.”, kata Dara di depan kelas. “perempuan itu sangat cantik. Kenapa aku hatiku luluh ketika melihatnnya ?”, kata Andi dalam hati. “Baiklah Dara, kamu duduk di sebelah Andi.”, suruh Pak Satria.
            “tett .. tett .. tettt ..” bel pulang berbunyi. Seperti biasa dia selalu melihat ponsel nya. “kok tidak ada sms dari Andi biasannya dia menyuruhku ke tangga sekolah.”, kata Sherly dalam hati. Ketika Sherly keluar kelas, terlihat Andi dan anak baru itu sedang mengobrol bersama. “eh tunggu, maaf aku mau tanya anak baru itu namannya siapa ya ?”, tanya Sherly kepada salah satu temannya. “oh itu dia bernama Dara.” Jawab temannya dengan lembut. “oh makasih ya.”, jawab Sherly. Sherly terlihat cemburu melihat Andi dengan Dara. “apakah Andi sudah tidak memperdulikanku lagi ? apa Andi sudah lupa dengan janji setiannya ?” kata Sherly dalam hati.
            Sesampai di rumah dia menjatuhkan badannya ke tempat tidur. Dia melihat ponselnya. Tapi tidak ada satu pun sms dari Andi. Air mata Sherly mulai menetes. Akhirnya Sherly sms Andi terlebih dulu, “Andi apakah kamu lupa denganku ? aku dari tadi menantimu, tapi kamu kemana.”. beberapa menit kemudian ponsel Sherly berbunyi dan itu adalah balasan dari Andi. “maaf aku sedang sibuk.” Hanya itu balasan Andi. Sherly sedih sekali. Dia tidak percaya Andi bersifat seperti itu kepada Sherly. Terlalu lama Sherly menangis, dia pun tertidur pulas.
            Sherly berangkat dengan matannya yang sembab. “kamu gak papa sayang ?” tanya Mama Devi dengan wajah cemas. “aku gak papa mah”, balas Sherly. Setibannya di sekolah terlihat Andi memunggu di gerbang sekolah. Tapi Andi tidak sendiri, dia bersama Dara. “Andi”, panggil Sherly. “hai, ehmm Sherly sebelumnya maafkan aku. aku tidak berniat menyakitimu, tetapi maaf sebaiknya kita akhiri hubungan ini. aku memilih Dara. Aku minta maaf Sherly aku bukan yang terbaik untukmu.”, kata Andi. Sherly terkejut. Dia sangat sedih, hatinnya sakit sekali. Dia hanya bisa menangis. Andi pergi begitu saja dengan Dara dan meninggalkan Sherly sendiri. teman-temannya mencoba menghibur Sherly, tetapi mereka gagal. Dalam satu hari di sekolah Sherly hanya di UKS sambil menangis.
            Sampai di rumah dia langung lari menuju kamarnya. Dia membanting pintu. Dia tidak percaya Andi sejahat itu dengan herly. Padahal Sherly masih sangat menyayanginnya. Sherl hanya bisa menangis dia tidak tau apa yang harus dia lakukan. Sedangkan orang tua Sherly sedang pergi keluar kota. Sherly merasa kesepian. Biasannya Andi lah yang menemaninnya di saat dia sendiri. tapi sekarang dia hanya sendiri.
            Hari ini adalah hari minggu. Biaannya Sherly dan teman-temannya pergi ke mall atau ke tempat yang seru. Tapi untuk kali ini Sherly menolak ajakan temannya. “kringg, kringg, kringg”, telfon rumah Sherly berdering. “hallo ?”, jawab Sherly. “Sherly tolong aku, aku Dara. Andi dan aku mengalami kecelakaan. Tolong kemari Sherly. Aku sekarang berada di UGD rumah sakit Husada.”, jawab Dara sambil menangis. Belum sempat Sherly membalas ucapan Dara, SHerly langsung menuju ke rumah sakit. Dia kawatir dengan keadaan Andi.
            “Dara, bagaimana dengan Andi ?”, tanya Sherly dengan wajah cemas. Dokter yang merawat Andi keluar dengan wajah cemas. “dok bagaimana keadaan Andi ?”, tanya Sherly. “organ pengliatan Andi rusak. Dia membutuhkan donor mata. Jika tidak Andi akan mengalami kebutaan”, jawab Dokter. Sherly hanya menangis. Dia tidak mau melihat Andi sakit dan buta. Dia ingin melihat Andi bahagia.
            Sherly pulang dengan wajah sedih. “organ penghliatan Andi rusak. Dia membutuhkan donor mata. Jika tidak Andi akan mengalami kebutaan.” Kata-kata dokter itu selalu terbayang-bayang. Sherly melihat tubuhnya di cermin. “aku ingin melihat Andi bahagia. apa aku harus mengorbankan mata ku ini. aku sangat menyayangi Andi. Aku rela kedua mataku ini untuknya.” Kata Sherly dalam hati. Sherly mengambil selembar kertas. “Andi, aku sangat menyayangimu. Aku akan memberikan kedua mataku ini untukmu. Aku rela Andi, asal kamu bahagia. aku tidak mau melihat mu mengalami kebutaan. Maaf kan aku Andi. Love you..”.
            Sherly menuju ke rumah sakit Husada. Dia menemui dokter yang menangani penyakit Andi. “Dok saya akan mendonorkan mata saya kepada Andi.”, kata Sherly. “apakah kamu serius dengan perkataanmu tadi ? kamu bisa mati atau kamu bisa mengalami kebuataan.”, jawab dokter dengan cemas. “saya sudah berniat dok.”, jawab Sherly. Tekad Sherly kali ini memang kuat. dia ingin melihat Andi bahagia. “baiklah tanda tangani surat ini dan operasi akan berjalan hari ini juga.”, kata dokter.
            Sherly menulis surat untuk orang tuanya. “mama, papa maafin Sherly ya. Sherly harus pergi. Sherly ingin melihat Andi bahagia. maafin Sherly ya. Aku sayang kalian”. Surat itu Sherly titipkan kepada Dara. “jagain Andi ya Dara.” Kata Sherly. Hari itu Sherly akan menjalankan operasi. Jarum suntik menusuk tangan Sherly secara perlaha. Mata Sherly buram, dia tidak melihat apa-apa. “aku dimana ?”, kata Sherly heran. Dia berada di dunia lain. Dia melihat cahaya yang sangat terang. Dia pun menghampirinnya.
            Operasi sukses. Andi pun sudah sadarkan diri. Tetapi Sherly .. dia meninggal. Dan Andi tidak tau keadaan Sherly sekarang. Orang tua Sherly datang menuju ke rumah sakit. Mereka menangis melihat Sherly yang telah pergi. Dara memberikan surat dari Sherly yang di titipkan kepadannya. “tante, om, ini ada surat dari Sherly.” Sambil memberikan surat itu. Mama Devi dan Papa Andika menangis saat membaca surat tersebut.
            “Dara aku sembuh”, kata Andi sambil memeluk Dara. “Andi ada surat buat kamu.”, jawab Dara. “apa ? jadi mata ini ? dimana Sherly ?”, Andi terkejut membaca surat tersebut. “Sherly sudah meninggal. Dan mata itu adalah mata anak saya.”, Mama Devi dan Papa Andika masuk ke kamar Andi. “jadi Sherly berkorban demi aku ?”, jawab Andi sambil menangis. “iya nak Andi. Sherly sangat menyayangimu.”, jawab Mama Devi. Andi tidak menyangka, begitu sayangnya Sherly dengan Andi. Sedangkan Andi telah menyakitinya. “dia di kuburkan dimana tante ?”, tanya Andi. “di pemakaman cempaka”, jawab Papa Andika.
            Keesokan harinnya Andi dan Dara melihat pemakaman Sherly. Andi menangis. Dia menyesal telah meninggalkan Sherly saat itu. “sudahlah Andi ayo kita pulang.”, ajak Dara. Sampai di rumah Andi hanya melamun. Dan akhirnya dia tertidur. Dalam mimpinnya dia mendengar suara Sherly memanggil Andi, “Andi ..”. “Sherly apakah itu kamu ?” kata Andi sambil mencari asal suara itu. terlihat Sherly sedang berdiri melihat Andi dengan memakai baju putih. “Sherly kamu telihat cantik. Jangan tinggalkan aku Sherly.” , kata Andi sambil menangis. “maafkan aku Andi. Aku ingin melihatmu bahagia. aku sangat menyayangimu. Aku bakal merindukanmu Andi. Aku tetap berada di hatimu sekarang. Selamat tinggal Andi. I love you ..”. “SHERLYYY ..” teriak Andi. Andi terbangun dari tidurnya. Dia menyesal telah meninggalkan Sherly begitu saja. “perasaan sayang itu akan terlihat ketika kita sudah benar-benar kehilangannya.” Kata Andi dalam hati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar