Jumat, 04 Mei 2012

Cerpen lagi :D


Spektakuler

Karangan : Zelda L Siahaya


“Hoamm”, Stella bangun dari tempat tidurnya dan langsung menuju kamar mandi. Hari ini dia akan tampil di acara sekolahnnya. Stella adalah anak yang senang sekali dengan music dan dia juga pintar dance. Stella bersekolah di SMPN Jaya 1 kelas 8B. Dia memiliki grup dance sendiri yaitu “Lolypop”. Teman-temannya bernama Reni, Lala dan Shinta. Stella termasuk anak yang sombong dan egois. Setelah mandi seperti biasa dia selalu mendengarkan music sambil menari-nari di depan kaca. “udah siap buat tampil hari ini. aku harus kalahkan Viona dan teman-temannya.”, kata Stella di depan kaca. “Stella, ayo turun kita sarapan dulu.”, panggil Mama Leni.
Stella pun turun ke bawah dengan wajah semangat. “sayang kamu hari ini semangat sekali. Pasti mau tampil yah ?”, tanya Papa Pratama. “iya dong pah doain aku yah, upss udah telat. Aku berangkat dulu ya Pa,Ma.”, pamit Stella. “iya sayang hati-hati ya.”, jawab Mama Leni.
Sesampainya di sekolah seperti biasa Stella dan teman-teman langsung mempersiapkan diri. Begitu juga dengan Viona dan teman-temannya. Mereka adalah grup tari tradisional yang terkenal dengan nama “Cendana Santika”. Cendana Santika terdiri dari Viona, Dila, Dea dan Talista. Mereka terkenal cewek kalem dan pintar di sekolahnnya. “eh liat tuh si cupu pada pakek baju, iyuhh kampungan banget.”, ejek Lala. “Viona udah jangan di dengerin ayo kita siap-siap saja.”, bujuk Dila. “eh kita sudah di panggil tuh ayo cepetan.”, ajak Stella.
Lolypop  menunjukan keahliannya dalam menari modern. Mereka dapat membuat para penonton terpukau. Selain itu mereka juga dapat tepukan meriah dari para penonton. “Sekarang kita tampilkan Grup tari tradisional Cendana Santika.”. Viona dan teman-temannya juga tidak kalah bagusnya dengan Lolypop . Dengan badan dan tangan yang lemah gemulai tersebut, mereka dapat membuat para penonton lebih terpukau lagi. Para penonton memberikan tepukan yang sangat meriah kepada mereka. Stella dan teman-teman sangat iri. Mereka tidak mau terkalahkan oleh grup yang menurut mereka kampungan.
“ih gilak !! gue gak mau kalah sama mereka.”, kata Stella dengan kesal. “ehmm gimana kalo kita ajak mereka bertanding ? kita tunjukin ke semuannya kalo kita itu lebih hebat dari mereka. Setuju gak ?”, usul Shinta. “gue setuju tuh sama ide loe. Tumben loe pinter hahaha”, ejek Stella. “ih apaan sih loe, huh. Oke nanti biar gue yang ajak mereka.”, kata Lala. “sip dah.”, jawab Shinta dan Stella bersamaan.
“tett, tett, tett”, bel sekolah berbunyi. Anak-anak pada masuk ke kelasnya masing-masing. Suasana di kelas 8B sangat tenang. Tetapi ketika Stella dan teman-temannya masuk, semua menjadi ricuh. “eh grup Cendana Kampungan, gimana kalo kita tanding deh ?!”, ajak Lala dengan suara kasar. “eh nama grup kita bukan Cendana Kampungan !!”, bentak Talista sambil mendobrak meja. “eh gak usah nyolot deh loe !!”, bentak reni. “aduh udah-udah, gak usah ribut. Maksud kamu apa Stella ?”, tanya Viona dengan lebut. “eh bego banget sih loe. Kita TANDING! Kurang jelas ?! sekarang gue tunggu loe di halaman !”, ajak Stella.
“aduh gimana nih. Kalian mau nggak tanding dengan mereka ?”, tanya Viona. “eh Viona mau aja. Aku yakin kok kalian bisa.”, bujuk salah satu temannya yang bernama Ajeng. “udah ayo Viona aku siap kok melawan mereka.”, ajak Talista. Akhirnya Viona pun menerima ajakan Stella. Di halaman Stella dan teman-temannya sudah menunggu. Lapangan di penuhi oleh murid SMPN Jaya 1 yang ingin melihat pertandingan kedua grup tersebut. “eh lama banget sih loe !! takut ya ? hahaha.”, ejek Reni. “ih sok tau banget sih. Kita dah siap nglawan kalian.”, sahut Dea. “oh gitu ya, udah ayo kita mulai ! Musikk !!”, teriak Stella.
Lolypop  telah memulai menggerakan badannya. Seperti biasa mereka sangat hebat dalam dance. Hati Viona pun mulai tidak karuan. Dia takut tariannya jelek. “Dea kita nyerah aja yuk, aku takut tarian kita lebih jelek.”, keluh Viona. “aduh Viona, kita harus optimis udah lah pasti kita bisa kok nglawan mereka. Kamu tenang aja ya.”, rayu Dea. Lolypop telah menyelesaikan tariannya, dan sekarang giliran Cendana Santika yang menunjukan keahliannya. “eh sekarang giliran loe semua !”, kata Stella. “hahaha eh loe semua takut ya ? wajahnya pada tegang gitu.”, ejek Lala.
Viona pun menggerakan badannya yang lemah gemulai tersebut. Walaupun hati Viona sedikit berdebar tetapi dia tetap optimis. Dia tidak mau terlihat lemah. Saat pertandingan berjalan, tiba-tiba Ibu Kristin salah satu guru tari menghentikan semua itu. Ibu Kristin jago dalam hal menari. Dari tarian modern sampai tarian tradisional Ibu Kristin jagonnya.“Sudah hentikan !”, teriak Ibu Kristin. “mengapa ibu menghentikan semuannya ?!”, kata Stella dengan kesal. “sekarang kalian ikut Ibu ke ruangan Ibu.. Ibu mau bicara.”, ajak Ibu Kristin dengan tegas.
Lolypop dan Cendana Santika menuju ke ruangan Ibu Kristin. “maaf bu, tolong jangan hukum saya.”, tangis Viona. “apa sebenarnya yang kalian perebutkan ? ketenaran ? kalian itu sama-sama hebat. Seharusnya kalian saling bekerja sama.”, jelas Ibu Kristin. “maaf bu tapi sremua ini ajakan Stella dan kawan-kawan”, aduan Dea terhadap Bu Kristin. “eh apaan sih loe seenaknnya aja nuduh gue dan temen-temen gue !!”, jawab Stella. “tapi emang kenyataan kan ? kalian yang membuat masalah !”, sahut Dila dengan tegas. “SUDAH CUKUP ! HENTIKAN !”, teriak Bu Kristin sambil mendobrak meja. “Ibu maafkan kami, kami janji tidak akan melakukannya lagi.”, keluh Viona. “baiklah ibu capek, kalian boleh keluar. Kali ini ibu maafkan kalian.”, kata Ibu Kristin. Semuannya pun keluar dari ruangan Ibu Kristin.
Keesokan harinya, saat di sekolah, Ibu Kepala Sekolah mengumpulkan seluruh murid-muridnya menuju ke halaman. “eh keliatannya ada pengumuman penting deh, ayo Viona kita ke halaman.”, ajak Rendi salah satu sahabat Viona. Viona dan kawan-kawan menuju ke halaman. “Sekolah kita akan mengadakan acara pentas seni spektakuler untuk memperingati ulang tahun sekolah kita. Saya mohon kalian menunjukan keahlian kalian masing-masing.”, kata Ibu Kepala Sekolah. Murid-murid SMPN Jaya 1 sangat senang mendengar pengumuman itu. begitu juga dengan Stella. “yess ! kita tampil lagi nih. Sekarang kita akan kalahkan grup kampungan itu.”, kata Stella sambil menatap Viona. Tetapi Viona tidak menghiraukan perkataan Stella.
Ibu Kristin memanggil Kristin memanggil grup Lolypop dan Cendana Santika ke ruangannya. “ada apa ibu memanggil kami ?”, tanya Dila. “begini kalian sudah tau kan pengumumannya tadi. Sekarang ibu ingin kalian mengkolaborasikan tarian kalian. Bagaimana ?”, bujuk Ibu Kristin. “apa bu ? maksud ibu ? tarian modern di gabung dengan tarian kampungan ?”, kata Stella dengan penuh kesal. “tarian modern dan tarian tradisional itu sama. Tidak ada bedannya. Kalian pikir sekarang, penampilan kalian akan menjadi tampilan spektakuler. Dan sekarang ibu minta kalian saling bekerja sama.”, kata Ibu Kristin. “ehmm iya bu itu emang ide yang baik. Gimana Viona ? kamu mau kan ? aku minta maaf ya.”, kata Stella. “iya Stella tidak papa, aku sudah memaafkan mu.”, jawab Viona sambil tersenyum.”
Akhirnya mereka pun berlatih bersama. Hubungan Lolypop dengan Cendana Santika semakin membaik. Keesokan harinya, mereka tampak gugup. “aduh Stella aku gugup sekali.”, keluh Viona. “tenang aja Viona kita pasti bisa.”, bujuk Stella. “sekarang kita tampilkan kolaborasi antara tari modern dan tari tradisional.”. Kata Ibu Kristin benar, penampilan tersebut sangat spektakuler. Penampilan mereka membuat para penonton terpukau. Kepala Sekolah pun sangat senang melihat kolaborasi itu. Saat mereka telah selesai menari Ibu Kepala Sekolah naik ke atas panggung dan berkata, “Penampilan kalian sangat bagus dan spektakuler.” Stella dan teman-temannya sangat senang mendengar pujian itu. Lolypop  dan Cendana Santika akhirnya menjadi satu grup dengan nama “Spektakuler”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar