Spektakuler
Karangan : Zelda L Siahaya
“Hoamm”, Stella bangun dari
tempat tidurnya dan langsung menuju kamar mandi. Hari ini dia akan tampil di
acara sekolahnnya. Stella adalah anak yang senang sekali dengan music dan dia
juga pintar dance. Stella bersekolah di SMPN Jaya 1 kelas 8B. Dia memiliki grup
dance sendiri yaitu “Lolypop”. Teman-temannya bernama Reni, Lala dan Shinta.
Stella termasuk anak yang sombong dan egois. Setelah mandi seperti biasa dia
selalu mendengarkan music sambil menari-nari di depan kaca. “udah siap buat
tampil hari ini. aku harus kalahkan Viona dan teman-temannya.”, kata Stella di
depan kaca. “Stella, ayo turun kita sarapan dulu.”, panggil Mama Leni.
Stella pun turun ke bawah dengan
wajah semangat. “sayang kamu hari ini semangat sekali. Pasti mau tampil yah ?”,
tanya Papa Pratama. “iya dong pah doain aku yah, upss udah telat. Aku berangkat
dulu ya Pa,Ma.”, pamit Stella. “iya sayang hati-hati ya.”, jawab Mama Leni.
Sesampainya di sekolah seperti
biasa Stella dan teman-teman langsung mempersiapkan diri. Begitu juga dengan
Viona dan teman-temannya. Mereka adalah grup tari tradisional yang terkenal
dengan nama “Cendana Santika”. Cendana Santika terdiri dari Viona, Dila, Dea
dan Talista. Mereka terkenal cewek kalem dan pintar di sekolahnnya. “eh liat
tuh si cupu pada pakek baju, iyuhh kampungan banget.”, ejek Lala. “Viona udah
jangan di dengerin ayo kita siap-siap saja.”, bujuk Dila. “eh kita sudah di
panggil tuh ayo cepetan.”, ajak Stella.
Lolypop menunjukan keahliannya dalam menari modern.
Mereka dapat membuat para penonton terpukau. Selain itu mereka juga dapat
tepukan meriah dari para penonton. “Sekarang kita tampilkan Grup tari
tradisional Cendana Santika.”. Viona dan teman-temannya juga tidak kalah
bagusnya dengan Lolypop . Dengan badan dan tangan yang lemah gemulai tersebut,
mereka dapat membuat para penonton lebih terpukau lagi. Para penonton
memberikan tepukan yang sangat meriah kepada mereka. Stella dan teman-teman
sangat iri. Mereka tidak mau terkalahkan oleh grup yang menurut mereka
kampungan.
“ih gilak !! gue gak mau kalah
sama mereka.”, kata Stella dengan kesal. “ehmm gimana kalo kita ajak mereka
bertanding ? kita tunjukin ke semuannya kalo kita itu lebih hebat dari mereka.
Setuju gak ?”, usul Shinta. “gue setuju tuh sama ide loe. Tumben loe pinter
hahaha”, ejek Stella. “ih apaan sih loe, huh. Oke nanti biar gue yang ajak
mereka.”, kata Lala. “sip dah.”, jawab Shinta dan Stella bersamaan.
“tett, tett, tett”, bel sekolah
berbunyi. Anak-anak pada masuk ke kelasnya masing-masing. Suasana di kelas 8B
sangat tenang. Tetapi ketika Stella dan teman-temannya masuk, semua menjadi
ricuh. “eh grup Cendana Kampungan, gimana kalo kita tanding deh ?!”, ajak Lala
dengan suara kasar. “eh nama grup kita bukan Cendana Kampungan !!”, bentak
Talista sambil mendobrak meja. “eh gak usah nyolot deh loe !!”, bentak reni.
“aduh udah-udah, gak usah ribut. Maksud kamu apa Stella ?”, tanya Viona dengan
lebut. “eh bego banget sih loe. Kita TANDING! Kurang jelas ?! sekarang gue
tunggu loe di halaman !”, ajak Stella.
“aduh gimana nih. Kalian mau
nggak tanding dengan mereka ?”, tanya Viona. “eh Viona mau aja. Aku yakin kok
kalian bisa.”, bujuk salah satu temannya yang bernama Ajeng. “udah ayo Viona
aku siap kok melawan mereka.”, ajak Talista. Akhirnya Viona pun menerima ajakan
Stella. Di halaman Stella dan teman-temannya sudah menunggu. Lapangan di penuhi
oleh murid SMPN Jaya 1 yang ingin melihat pertandingan kedua grup tersebut. “eh
lama banget sih loe !! takut ya ? hahaha.”, ejek Reni. “ih sok tau banget sih.
Kita dah siap nglawan kalian.”, sahut Dea. “oh gitu ya, udah ayo kita mulai !
Musikk !!”, teriak Stella.
Lolypop telah memulai menggerakan badannya. Seperti
biasa mereka sangat hebat dalam dance. Hati Viona pun mulai tidak karuan. Dia takut
tariannya jelek. “Dea kita nyerah aja yuk, aku takut tarian kita lebih jelek.”,
keluh Viona. “aduh Viona, kita harus optimis udah lah pasti kita bisa kok
nglawan mereka. Kamu tenang aja ya.”, rayu Dea. Lolypop telah menyelesaikan
tariannya, dan sekarang giliran Cendana Santika yang menunjukan keahliannya.
“eh sekarang giliran loe semua !”, kata Stella. “hahaha eh loe semua takut ya ?
wajahnya pada tegang gitu.”, ejek Lala.
Viona pun menggerakan badannya
yang lemah gemulai tersebut. Walaupun hati Viona sedikit berdebar tetapi dia
tetap optimis. Dia tidak mau terlihat lemah. Saat pertandingan berjalan,
tiba-tiba Ibu Kristin salah satu guru tari menghentikan semua itu. Ibu Kristin
jago dalam hal menari. Dari tarian modern sampai tarian tradisional Ibu Kristin
jagonnya.“Sudah hentikan !”, teriak Ibu Kristin. “mengapa ibu menghentikan
semuannya ?!”, kata Stella dengan kesal. “sekarang kalian ikut Ibu ke ruangan
Ibu.. Ibu mau bicara.”, ajak Ibu Kristin dengan tegas.
Lolypop dan Cendana Santika
menuju ke ruangan Ibu Kristin. “maaf bu, tolong jangan hukum saya.”, tangis
Viona. “apa sebenarnya yang kalian perebutkan ? ketenaran ? kalian itu
sama-sama hebat. Seharusnya kalian saling bekerja sama.”, jelas Ibu Kristin.
“maaf bu tapi sremua ini ajakan Stella dan kawan-kawan”, aduan Dea terhadap Bu
Kristin. “eh apaan sih loe seenaknnya aja nuduh gue dan temen-temen gue !!”,
jawab Stella. “tapi emang kenyataan kan ? kalian yang membuat masalah !”, sahut
Dila dengan tegas. “SUDAH CUKUP ! HENTIKAN !”, teriak Bu Kristin sambil
mendobrak meja. “Ibu maafkan kami, kami janji tidak akan melakukannya lagi.”,
keluh Viona. “baiklah ibu capek, kalian boleh keluar. Kali ini ibu maafkan
kalian.”, kata Ibu Kristin. Semuannya pun keluar dari ruangan Ibu Kristin.
Keesokan harinya, saat di
sekolah, Ibu Kepala Sekolah mengumpulkan seluruh murid-muridnya menuju ke
halaman. “eh keliatannya ada pengumuman penting deh, ayo Viona kita ke
halaman.”, ajak Rendi salah satu sahabat Viona. Viona dan kawan-kawan menuju ke
halaman. “Sekolah kita akan mengadakan acara pentas seni spektakuler untuk memperingati
ulang tahun sekolah kita. Saya mohon kalian menunjukan keahlian kalian
masing-masing.”, kata Ibu Kepala Sekolah. Murid-murid SMPN Jaya 1 sangat senang
mendengar pengumuman itu. begitu juga dengan Stella. “yess ! kita tampil lagi
nih. Sekarang kita akan kalahkan grup kampungan itu.”, kata Stella sambil
menatap Viona. Tetapi Viona tidak menghiraukan perkataan Stella.
Ibu Kristin memanggil Kristin
memanggil grup Lolypop dan Cendana Santika ke ruangannya. “ada apa ibu
memanggil kami ?”, tanya Dila. “begini kalian sudah tau kan pengumumannya tadi.
Sekarang ibu ingin kalian mengkolaborasikan tarian kalian. Bagaimana ?”, bujuk
Ibu Kristin. “apa bu ? maksud ibu ? tarian modern di gabung dengan tarian
kampungan ?”, kata Stella dengan penuh kesal. “tarian modern dan tarian
tradisional itu sama. Tidak ada bedannya. Kalian pikir sekarang, penampilan
kalian akan menjadi tampilan spektakuler. Dan sekarang ibu minta kalian saling
bekerja sama.”, kata Ibu Kristin. “ehmm iya bu itu emang ide yang baik. Gimana
Viona ? kamu mau kan ? aku minta maaf ya.”, kata Stella. “iya Stella tidak
papa, aku sudah memaafkan mu.”, jawab Viona sambil tersenyum.”
Akhirnya mereka pun berlatih
bersama. Hubungan Lolypop dengan Cendana Santika semakin membaik. Keesokan
harinya, mereka tampak gugup. “aduh Stella aku gugup sekali.”, keluh Viona.
“tenang aja Viona kita pasti bisa.”, bujuk Stella. “sekarang kita tampilkan
kolaborasi antara tari modern dan tari tradisional.”. Kata Ibu Kristin benar,
penampilan tersebut sangat spektakuler. Penampilan mereka membuat para penonton
terpukau. Kepala Sekolah pun sangat senang melihat kolaborasi itu. Saat mereka
telah selesai menari Ibu Kepala Sekolah naik ke atas panggung dan berkata,
“Penampilan kalian sangat bagus dan spektakuler.” Stella dan teman-temannya
sangat senang mendengar pujian itu. Lolypop dan Cendana Santika akhirnya menjadi satu grup
dengan nama “Spektakuler”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar