Kamis, 04 April 2013

Tak Pernah Kuharapkan Pertemuan ini.

Bukan kisah yg terlalu penting untuk di ceritakan. Entah dimulai dari mana kisah ini. Saat pertama kali kita bertemu pun aku masih belum mengenalmu, dan masih menganggapmu orang asing bagiku. Aku tidak paham dari mana kita mulai hubungan ini dan sampai hubungan ini berakhir dengan air mata. Apakah ini yang namanya takdir? Apakah ini bagian dari masa lalu ku yang terbilang bodoh untuk slalu di ingat?

Pertama kali bertemu, tidak ada perasaan apa-apa yang aku alami. Hanya ada rasa kagum di benakku. Rasa kagum yang tiba-tiba berubah menjadi rasa penasaran dan timbul pertanyaan "Siapa laki-laki ini?". Pertanyaan itu menghilang disaat kita jarang bertemu lagi dan aku fikir pertemuan itu tidak akan terulang kembali. Sampai akhirnya kita bertemu lagi, dan itu pun secara tidak sengaja. Aku ingat saat itu kamu menabrakku. Mataku terbelalak saat aku melihat sosokmu. Aku tidak menyangka peristiwa itu membuat kita menjadi semakin dekat.

Kita mulai awal kisah ini dengan perasaan bahagia. Saat aku memandang matamu, terlihat cinta yg sangat mendalam di hatimu. Perhatianmu yang slalu membuatku merasa terjaga. Kepedulianmu yang tidak membuatku merasa kesepian. Dan kasih sayangmu selalu membuat hidupku bewarna. Hari-hari ku indah saat bersama mu. Melihat senyum mu sesuatu hal yang terindah dan slalu ku ingat sampai sekarang. Saat itu kita bahagia, tanpa ada air mata, saling mengerti satu sama lain, dan menjaga kepercayaan tanpa ada pengkhianatan.

Semua itu tiba-tiba berubah. Entah apa yang membuat mu menjadi egois, pembohong dan slalu nyakitin perasaan aku. Aku slalu mengeluh dan berkata "Kamu bukan yang aku kenal dulu.", tapi apa yang aku dapat? hanya keacuhanmu dan ketidak pedulianmu. Kamu pun tidak merasa tersentuh saat melihat ku menangis dan sangat membutuhkan mu saat itu. Satu peristiwa yang membuat ku sakit saat aku tau dari seorang temanku bahwa kamu sedang "mendua". Aku mulai berfikir bahwa aku ini tolol slalu percaya denganmu dan apa yg aku dapat? Pengkhianatan. Aku selalu memaafkan mu, slalu memberi mu kesempatan, tapi slalu kamu sia-siakan. Aku capek, aku lelah aku tidak paham sama cara berfikirmu. 

Waktu terus berjalan, semua yg dulu indah sekarang kembali lagi. Aku fikir saat itu kamu sudah mulai berubah, tapi kamu semakin nyakitin aku, semakin mengacuhkan aku. Pertengkaran yang setiap kali kita lakukan selalu kamu ulangi lagi. Di saat aku ingin pergi dan melepaskanmu, kamu slalu saja mencegahku. Aku yang bodoh kenapa aku slalu percaya dengan kata-kata manismu. Apa tujuan mu mencegahku pergi? Apa kamu menyuruh ku untuk melihat kelakuanmu yg terus saja menyakitiku? Apa kamu pikir hatiku ini seperti baja? Apa kamu pikir aku ini bonekamu?

Pertemuan ini tidak pernah aku harapkan. Tuhan yang menghendaki kita bertemu dan bersama. Tapi apakah Tuhan juga menghendaki akhir kisah ini menjadi sebuah tangisan ? Kalau memang begini akhirnya mungkin aku tidak akan pernah mau bertemu denganmu. Ini sebuah takdir yang tidak bisa aku cegah. Tapi ini aku anggap sebagai pelajaran hidup. Di sisi lain aku bahagia karena telah diberi kesempatan pernah bersama-sama denganmu, tapi disisi lainya juga aku merasa sedih kenapa cinta kita berakhir dengan air mata. Aku tidak akan pernah menyesali ini semua. 

Zelda L Siahaya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar