Kamis, 04 April 2013

Kamu dan Aku

Kamu dan Aku..
Entah apa yang kita cari sekarang. Kenyamanan ? Aku pikir tidak karena selama ini aku belum bisa nyaman saat di dekatmu. Obat sakit hati? Aku pikir itu juga tidak karena kamu masih mengingat masa lalumu dulu. Mengisi kekosongan ? Apalagi itu, kita aja sekarang saling meninggalkan satu sama lain.

Teka-teki itu masih belum terjawab sampai sekarang. Saat aku tanya "Do you love me?", dan kamu menjawab "Yes, i will always love you." jawabanmu itu masih sangat membuat ku ragu. Aku tidak tau apakah itu tulus dari hatimu atau hanya di bibir saja. Putus nyambung yang selama ini kita alami apa belum cukup untuk meyakinkan bahwa kita sulit untuk dipisahkan? Tapi kenapa, kenapa kita masih terasa ragu satu sama lain. Mungkin kamu akan menyalahkan ku karena akulah yang masih sangat ragu menerimamu lagi. Iya aku ragu karena aku trauma, trauma karena pengkhianatan yang aku alami selama ini.

Aku mengerti kamu, tapi apa kamu ngerti tentang perasaan ku sekarang? Kadang aku tertawa sendiri melihat hubungan kita yang entah apa ini. Kita saling ingin menang sendiri, balas dendam satu sama lain, berkomunikasi pun kita jarang. Aku juga bingung apa aku berhak cemburu apabila kamu sedang bersama dengan yang lain? Kita terlalu banyak diam, tidak pernah terbuka satu sama lain. Kita saling menyakiti satu sama lain, tapi kenapa aku sangat ingin mempertahankanmu. Sangat ingin hubungan ini berjalan lama seiring berjalannya waktu. Apa kamu juga memikirkan itu ?

Sekilas terfikir ingin sekali aku melepaskanmu, dan berpindah ke lain hati. Kenyataannya, hati aku yang belum bisa melepaskanmu. Aku pernah mencoba mencintai orang lain yang sangat mencintaiku, tapi aku tidak merasa nyaman dengan mereka. Lelaki itu memang sudah sangat menyayangiku, dia slalu ada disaat aku butuh, slalu mengerti aku. Tapi ada apa denganku? kenapa aku jahat. Disaat aku bersama laki-laki itu, hatiku masih sangat merindukanmu. Aku meninggalkan laki-laki itu seenaknya hatiku tanpa memikirkan karma apa nanti yg akan datang kepadaku. Otakku saat itu hanya terfokus padamu. Laki-laki yang aku sayangi, tapi dia tidak pernah sedikit pun membuat ku nyaman.

Aku perempuan yang masih terbilang labil dan childish. Aku sudah berusaha memastikan hatiku dan berubah menjadi lebih berfikir dewasa, tapi itu membutuhkan waktu yang sangat lama. Lama-lama kita sudah mulai tidak sejalan. Sampai kapan hubungan kita ini bertahan? Mungkin kata-kata yang aku ukir ini terbilang "lebay" tapi ini adanya. Aku menulis ini sesuai dengan kata hatiku sekarang.


Zelda L Siahaya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar